2018-08-16 08:32:50

Tim Indonesia berhasil mendapatkan peringkat honorable mention di kejuaran dunia Greenmech dan R4M 2018

Tahun kedua Indonesia mengikuti kejuaraan dunia GreenMech dan R4M berhasil mendapatkan peringkat honorable mention di National Chung Hsing University, Taichung, Taiwan pada tanggal 1 – 2 Agustus 2018. 2 tim R4M tingkat SD (SD Marsudirini BSB Semarang dan SD Tarakanita V Jakarta) berhasil mendapatkan honorable mention dan 1 tim Greenmech tingkat SD (SD Marsudirini BSB Semarang) berhasil mendapatkan honorable mention. Honorable mention adalah 1 peringkat di bawah Medali Perunggu. Tahun ini sebenarnya adalah tahun pertama tim R4M tingkat SD Indonesia mengikuti R4M.

Tahun ini Indonesia mengikutsertakan 2 tim Greenmech tingkat SD, dan 1 tim Greenmech tingkat SMP serta 3 tim R4M tingkat SD, 1 tim R4M tingkat SMP, dan 2 tim R4M tingkat SMA. Tahun lalu Indonesia mengikuti GreenMech tingkat SD dan R4M tingkat SMP.

Tim yang bisa mengikuti kejuaraaan dunia Greenmech dan R4M adalah tim yang lolos mengikuti kejuaraan nasional Greenmech dan R4M.

Greenmech adalah sebuah kompetisi membuat konstruksi bangunan rube golberg machine yang mengkombinasikan lima aspek pembelajaran yang dikenal dengan istilah STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics). Setiap tim yang terdiri dari 4 peserta harus membuat 10 konstruksi yang terdiri dari 20 prinsip sains dan green energy dan memiliki misi untuk menembak bola ke papan skoring pada konstruksi terakhir dengan durasi waktu 150 menit. Setelah selesai merakit maka juri akan menilai hasil karya setiap tim.

Robot for Mission atau disingkat R4M adalah kompetisi merakit robot dan mengoperasikan robot berdasarkan hasil programming (coding) dan memiliki misi untuk memindahkan makanan dan hewan sesuai dengan petunjuk. Setiap tim yang terdiri dari 3 sampai 4 siswa harus menyelesaikan misinya dalam waktu 3 menit. Semua robot dirakit di lokasi kompetisi dengan durasi waktu 120 menit

Kejuaraan dunia Greenmech ini sudah dimulai sejak tahun 2006 dan diikuti oleh 160 peserta dari 10 negara. Indonesia termasuk salah satu negara yang paling muda ikut kejuaraan ini. Di Indonesia kegiatan pembinaan siswa untuk mengikuti kejuaraan ini dimulai dari pelatihan yang diberikan oleh Rumah Edukasi kepada Guru dan setelah pelatihan maka diadakan kompetisi tingkat regional dan nasional. Sejauh ini pelatihan sudah berlangsung di kota Jakarta, Tangerang, Bekasi, Depok, Bandung, dan Semarang. Dan ke depannya setiap bulan akan diadakan pelatihan di setiap kota yang berbeda di Indoenesia.

Kompetisi ini dilaksanakan bertujuan untuk  mengembangkan ketrampilan praktek sains, ketrampilan memecahkan masalah yang kreatif, dan membantu siswa untuk mengerti sains dengan cara yang lebih menyenangkan. Siswa-siswa yang telah mengikuti kompetisi ini telah terbukti berhasil mengembangkan ketrampilan memecahkan permasalahan yang lebih kreatif dan lebih tenang, logika yang lebih terasah, ketrampilan kerja sama tim yang lebih baik dan sikap menghargai satu sama lain.

Kami berharap, lebih banyak lagi guru-guru di Indonesia yang bisa mengikuti pelatihan STEAM ini agar bisa menghasilkan siswa-siswi yang semakin trampil dalam pembelajaran STEAM dan sangat berguna kelak bagi pembangunan bangsa kita.

 

Salam,

Rumah Edukasi